in

Pemuda Muhammadiyah Siapkan Langkah Hukum Soal Fitnah Radikal Pada Din Syamsudin

Fitnah GAR ITB Tak Berdasar

BESKEM JAKARTA – Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Razikin tak habis pikir dengan fitnah yang dilemparkan oleh Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) terhadap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin sebagai tokoh radikal.

“Apa yang telah GAR ITB lakukan ini telah mencederai Prof Din dan keluarganya dan telah mencederai Muhammadiyah karena bagaimanapun Prof Din adalah mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” tuturnya dalam pernyataan tertulis, Sabtu (13/2).

Sebelumnya, GAR ITB melaporkan Din Syamsudin ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) karena dinilai menjadi tokoh radikal.

Razikin mengaku tak habis pikir dengan tuduhan itu sebab selama ini Din Syamsudin merupakan tokoh yang dikenal telah bertahun-tahun konsisten melakukan diplomasi perdamaian, toleransi dan persahabatan lintas iman dengan berbagai tokoh agama dunia.

“Tuduhan terhadap Prof Din itu merupakan hal yang mengada-ngada dan langkah kelompok GAR ITB itu dapat memicu kemarahan warga Muhammadiyah secara keseluruhan,” imbuhnya.

Karenanya, Razikin meminta dengan tegas agar pihak GAR ITB segera mencabut laporan dan meminta maaf kepada Din Syamsudin. Dia mengatakan bahwa PP Pemuda Muhammadiyah memberikan kesempatan kepada GAR ITB sebelum mengambil langkah-langkah hukum. 

(Sumber)

No Title

Menanggapi fitnah yang dilakukan oleh GAR ITB terhadap Ayahanda Din Syamsudin, PP Pemuda Muhammadiyah akan menyiapkan langkah hukum pic.twitter.com/7MFFke3aKz

No Title

Pada masa Ayahanda Din Syam juga lahir komitmen Muhammadiyah terhadap Indonesia sebagai negara Pancasila Darul Ahdi wa Syahadah (Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar)Tuduhan tak berdasar itu menyakiti hati warga Persyarikatan

No Title

Ini bahasa ap Sy ngk ngerti 🤭Kalau Prof. Din itu Radikal, pasti gak bakal bisa diterima bisa pidato di Mabes PBB pic.twitter.com/FUIg7iUaLB

Beberapa lintasan di linimasa yang viral dengan tag GAR ITB tanggal 13 Februari 202

No Title

Aneh, ternyata soal etika dituduh radikal. Sebagai guru besar, Pak Din, bebas memberikan pendapat yg diyakininya benar, sekalipun berbeda pandangan dgn rezim. Dikaitkan dgn etika ASN, yg mana yg tak etis dan etis ? Bagaimana ini GAR ITB ? pic.twitter.com/LNmT4fgPys

1

No Title

Siapa sih sosok2 di balik GAR ITB yg menuduh Pak Din Syamsuddin sebagai tokoh radikal ini? Meskipun dalam banyak hal saya berseberangan pandangan dg Pak Din, tetapi menuduhnya radikal jelas blunder besar. Mereka yg nuduh ini jelas ndak paham rekam jejak pemikiran/kiprah Pak Din.

No Title

Tidak hanya Din Syamsuddin. Bahkan, Hj. Nurhayati Subakat, Owner Wardah juga digoyang GAR ITB. Hahaha….kaum Muslimin Muslimat elit Muhammadiyah…siap2lah. Din Syamsuddin dan Owner Wardah adalah sama-sama Muhammadiyah. Ini kayaknya pola. Cara ‘mutilasinya’ berbeda dgn FPI.

 

 

No Title

barusan ngecek akun jubir gar itb…dan spt yg diduga doi adalahhhhh…….buzzerrrr. tapi kyknya lapis paling bawah 😫😫

No Title

GAR ITB merusak brand image ITB. ITB sebagai kampus ternama di bidang teknologi, area diskusinya bukan soal radikal radikul. Tapi soal inovasi dan gagasan teknologi untuk kemajuan bangsa & peradaban manusia.

No Title

GAR ITB lagi nyari sensasi, fitnah yg tak mendasar, memperlihatkan kedangkalan berpikir. Prof Din Syamsuddin adalah pengusung Washatiyatul Islam(Moderasi Islam) di tingkat dunia. Saya selaku pemuda dari pulau Sumbawa mengecam tuduhan keji tersebut.

No Title

Kirain itebe itu berhubungan dgn teknologi. Bikin pesawat jet canggihBikin mobil canggihPokoknya yg canggih2Eeh tahunya ngurusin radikal radikul pula. Bikin bom dari ubi cilembu kek. Atau senjata kimia dari tape. “GAR ITB”asu juga.

No Title

GAR ITB = GARong Indonesia Team Bansos Sepertinya mereka dari bagian team koruptor bansos

No Title

Deradikalisasi itu sudah berjalan, jgn lupa bahwa bineka tunggal Ika itu berisi perbedaan didalamnya. Asal beda laporkan itu berbahaya bagi NKRI. Kasus GAR ITB yang melaporkan pak Din Syamsuddin harus jadi titik balik lapor melaporkan, atau akan jadi kegaduhan terus menerus? pic.twitter.com/1BqLlV364o

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0