in

Mobil Listrik Glueh dan Phuy dari Banda Aceh

City Car Ramah Lingkungan

BESKEM – Bertempat di gedung AAC Dayan Dawood kampus USK pada hari Rabu 10 Maret 2021, Tim Malem Diwa Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, meluncurkan dua unit kendaraan listrik terbaru ramah lingkungan, yang mengusung konsep mobil listrik untuk perkotaan (city car),

Mobil kota ini berkapasitas dua penumpang, dan ada juga yang khusus untuk pribadi alias berpenumpang satu orang saja. 

Mobil listrik itu dinamakan dalam bahasa Aceh, yaitu Glueh yang berarti kancil dan Phuy berarti ringan.

Makna kendaraan listrik itu dimaksud mampu menempuh jarak dengan kecepatan tertentu seperti larinya kancil serta ringan dikendarai.

Mobil listrik Glueh dan Phuy dirakit secara kerjasama antara dosen Fakultas Teknik (FT) dan mahasiswa FT Universitas Syiah Kuala (USK), serta pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Muhammad Tadjuddin, dosen Fakultas Teknik USK, sekaligus pembimbing tim Malem Diwa mengatakan, kegiatan itu merupakan launching yang kesekian kalinya. Tapi kali ini Malem Diwa mengusung tema yang berbeda dari sebelumnya.

“Kali ini tim Malem Diwa sengaja membuat tema yang berbeda, yaitu dengan konsep mobil listrik yang dapat digunakan untuk area perkotaan (city car) yang muat dua penumpang, dan satu lagi untuk personal atau satu orang penumpang saja,” jelasnya.

Ketua Steering Committee (SC), Muhammad Reza Arief, menambahkan, setiap tahunnya tim Malem Diwa melaunching produk mobil listrik yang berbeda.

“Mobil listrik Malem Diwa juga sudah pernah memenangkan beberapa piagam penghargaan, baik dalam mau pun luar negeri,” kata Muhammad Reza.

(Sumber)

JavaScript is not available.

Universitas Syiah Kuala (USK) Jurusan Teknik Mesin meluncurkan mobil listrik yang diberi nama Glueh 1.0, Rabu (10/3) yang merupakan karya inovasi dari mahasiswa Fakultas Teknik kampus tersebut. “Glueh” berarti Kancil.@Aceh @iloveaceh @univ_syiahkuala pic.twitter.com/adDmE71kIU

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0